Posted by: ayusartikayuliarti | June 26, 2009

“beranak” amplop putih

berangkat pagi-pagi menuju SMP tercinta..bukan untuk sekolah atau silaturahim sama guru0guru SMP tapi harus ambil rapot kenaikan kelas adik tersayang. Punya orang tua PNS ternyata bikin kita punya kewajiban baru. Yup, ambil rapot adik. Huuuuuuu..males bgt sebenernya, berasa dah jadi orang tua. Kumpul sama ibu-ibu dan bapak-bapak yang seneng banget ngbrolin anaknya.

sampai disana langsung cari kelas yang dituju, ga mau lama2 karena ada agenda juga di kampus. Ternyata dah ramai wali murid. Menunggu giliran dipanggil untuk menerima rapot. Ambil menunggu, seperti biasa hanya bisa diam dan mengamati tigkah laku para wali murid. Ada yang membicarakan prestasi anaknya karena masuk 10 besar di kelas, atau malah sebaliknya ngmongin kemalasan anak di depan orang tua lain. Saya hanya bisa senyum-senyum dan ga habis pikir dengan orang yang membicarakan kekurangan anaknya.

satu hal yang menarik adalah, ketika ada seorang ibu dengan menggendong anak bayi masuk ke dalam kelas dan langsung menyerobot antrean. Semua langsung bereaksi,,

“ih,,si Ibu mah..orang kita dah nungguin lama malah nyelonong aja”kata salah seorang ibu dengan wajah BT.

“maaf..maaf..ya bu,,saya lagi repot soalnya,,jasi duluan”timpal si Ibu yang menyerobot

bagusnya para wali murid orang yang santun termasuk saya,,kami ga memperpanjang masalah ini.

Hal lain yang sangat menari adalah,,ketika para wali murid selesai menerima rapot lalu berjabat tangan dengan wali kelas..ternyata pertemuan anatar kedua telapak tangan dari orang yang berbeda itu “melahirkan” amplop putih. ya..ya..sambil berucap terima kasih yang sangat dalam kepasa wali kelas karena sudah membimbing anak mereka dengan sangat baik.Hampir semua wali murid memberikan amplop putih kepad awali kelas. Saya langsung berpikir,,aduhh..gimna niy?saya ga bawa amplop putih untuk sang wali kelas. kemudian saya berpikir apakah ini sebuah kewajiban atau benar2 ucapan terima kasih..

pikiran saya menjadi liar..wah enak juga ya jadi guru,,tiap ambil rapot langsung “beranak” amplop putih atau bungkusan yang sangat cantik. sepertinya saya mau jadi guru..ternyata ada untungnya juga satu semester saat ini hanya 4- 5bulan belajar. Setidaknay akan sangat menyenangkan bagi para wali murid karena mereka akan jauh lebih cepat untuk menerima amplop putih yang banyak..

Giliran saya untuk maju mengambil rapot. Yup,,tanpa basa-basi saya hanya tanda-tangan, kemudian menerima rapot, menanyakan adik saya peringkat berapa dan naik kelas atau tida?setelah dijawab kemudian saya pamit pulang dengan berjabat tangan yang tidak melahirkan amplop putih..entah apa yang ada dalam pikiran si wali kelas.

Tapi, setelah hari ini saya menjadi memikirkan apa alasan si orang tua memberikan amplop putih tersebut?saya juga membayangkan apakah ketika saya menjadi orang tau nanti akan melakukan hal yang sama. Menyerobot antrean karena repot diruamah, atau menggosipkan anak saya sendiri,,atau..malah jauh lebih buruk dari itu..entahlah,,tapi yang pasti..saya tergoda untuk menjadi wali kelas..hehhe lumayan lah,,,tiap tahun “beranak” amplop putih…^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: