Posted by: ayusartikayuliarti | October 17, 2009

Buat PTK

Ayu Sartika Yuliarti
0706282232
Ilmu Komunikasi

Posted by: ayusartikayuliarti | October 17, 2009

Terompet Telinga

Terompet Telinga
Proses komunikasi yang baik bukanlah proses yang terjadi satu arah melainkan proses yang terjadi dua arah. Dimana dalam proses komunikasi terdapat sender dan receiver. Sender merupakan orang atau pihak yang menyampaikan pesan, sedangkan receiver adalah orang atau pihak yang menerima pesan. Agar proses komunikasi berjalan dengan baik, dimana pesan yang disampaikan diterima dengan baik oleh penerima pesan , tentu saja gangguan dalam berjalannya proses komunikasi harus dikurangi. Salah satu contoh gangguan dalam berkomunikasi adalah kondisi fisik dari pengirim maupun penerima pesan yang kurang baik. Sebagai contoh, penyakit Tuli. Seseorang yang menderita penyakit Tuli tentu saja mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan berupa suara atau bunyi-bunyian tentu saja tidak dapat diterima dengan baik oleh penderita penyakit ini.
Namun seiring perkembangan teknologi, penderita penyakit tuli tidak perlu khawatir dengan kesulitan berkomunikasi dan merasa rendah diri dengan penyakit yang dideritanya. Bagi mereka penderita penyakit ini dapat menggunakan alat bantu dengar yang akan memebri kemudahan dalam berkomunikasi. Alat bantu dengar berupa terompet telinga yang tercatat dalam karya sastra Yunani Klasik oleh Homer dalam Iliad merupakan sebuah alat yang berbentuk kerucut seperti cerobong yang dirancang untuk mendapatkan energi suara dan mengarahkannya ke saluran telinga.
Terompet telinga ini muncul pertama kali pada masa Yunani Kuno sekitar tahun 550 sebelum masehi. Alat ini dibuat oleh seorang penulis dan ilmuwan Yunani, yaitu Alcmaeon dari Croton. Sekitar tahun 300 Sebelum Masehi, orang Yunani kuno mengimpor kulit kerang ke Phoenicia sebagai terompet telinga. Kulit kerang yang kemudian di ubah menjadi terompet telinga ini kemudian dicat dengan warna menarik sehingga dapat dijual. Awaltujuan dibuatnya terompet telinga ini oelh ilmuwan yunani tersebut bukanlah sebagai alat bantu drngar bagi penderita Tuli melainkan sebagai alat yang dirancang untuk membantu mendengar suara dengan jarak jauh ketika sedang berburu ataupun untuk keperluan militer. Tentu saja alat ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi ketika berburu atau utnuk keperluan militer. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi untuk mengembangakan terompet telinga sebagai alat bantu dengar untuk berkomunikasi bagi penderita Tuli.
Gagasan terompet telinga kemudian dikembangkan menjadi terompet telinga modern yang lebih canggih. Terompet telinga dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk membantu orang tuli agar dapat mendengar dan berkomunikasi dengan baik.
1. 1591-1670, terompet telinga modern dicatat dalam karya ilmuwan Belgia Jean Leurechon dalam buku Recreations Mathematiques yang kemudian diterbitkan pada tahun 1624.
2. Perajin terompet telinga pertama di Inggris adalah Bevan di London tahun 1715.
3. Pada tahun 1898, perusahaan Diktograf Amerika Serikat membuat alat bantu dengar modern yang menggunakan mikropon karbon.
4. Pada tahun 1954, alat bantu dengar yang terinspirasi dari terompet kerang memiliki bentuk yang semakin kecil sehingga dapat dipasang di gagang kacamata.
5. Pada tahun 1955, alat bantu dengar digital yang dapat dipasang di dalam telinga.
6. Pada tahun 1970-an, Professor Graeme Clark dari Melbourne mempelopori teknik implantasi alat bantu dengar yang sebelumnya dilakukan oleh Rod sauders di Melbourne, Australia.
7. Pada tahun 1984, Cochlear Implant dilakukan pertama kali di Amerika Serikat setelah adanya persetujuan dari US Federal Drug Administration (Badan POM Amerika Serikat).

Perkembangan teknologi yang dilakukan pada Terompet Telinga tentu saja memberikan manfaat yang begitu besar, khususnya bagi penderita penyakit tuli. Dengan adanya terompet telinga yang kemudian berfungsi sebagai alat bantu dengar diharapkan proses komunikasi berjalan dengan lancar dan tidak terbatas untuk orang dengan kondidi fisik yang baik.

Posted by: ayusartikayuliarti | October 17, 2009

Terompet Telinga

Terompet Telinga
Proses komunikasi yang baik bukanlah proses yang terjadi satu arah melainkan proses yang terjadi dua arah. Dimana dalam proses komunikasi terdapat sender dan receiver. Sender merupakan orang atau pihak yang menyampaikan pesan, sedangkan receiver adalah orang atau pihak yang menerima pesan. Agar proses komunikasi berjalan dengan baik, dimana pesan yang disampaikan diterima dengan baik oleh penerima pesan , tentu saja gangguan dalam berjalannya proses komunikasi harus dikurangi. Salah satu contoh gangguan dalam berkomunikasi adalah kondisi fisik dari pengirim maupun penerima pesan yang kurang baik. Sebagai contoh, penyakit Tuli. Seseorang yang menderita penyakit Tuli tentu saja mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan berupa suara atau bunyi-bunyian tentu saja tidak dapat diterima dengan baik oleh penderita penyakit ini.
Namun seiring perkembangan teknologi, penderita penyakit tuli tidak perlu khawatir dengan kesulitan berkomunikasi dan merasa rendah diri dengan penyakit yang dideritanya. Bagi mereka penderita penyakit ini dapat menggunakan alat bantu dengar yang akan memebri kemudahan dalam berkomunikasi. Alat bantu dengar berupa terompet telinga yang tercatat dalam karya sastra Yunani Klasik oleh Homer dalam Iliad merupakan sebuah alat yang berbentuk kerucut seperti cerobong yang dirancang untuk mendapatkan energi suara dan mengarahkannya ke saluran telinga.
Terompet telinga ini muncul pertama kali pada masa Yunani Kuno sekitar tahun 550 sebelum masehi. Alat ini dibuat oleh seorang penulis dan ilmuwan Yunani, yaitu Alcmaeon dari Croton. Sekitar tahun 300 Sebelum Masehi, orang Yunani kuno mengimpor kulit kerang ke Phoenicia sebagai terompet telinga. Kulit kerang yang kemudian di ubah menjadi terompet telinga ini kemudian dicat dengan warna menarik sehingga dapat dijual. Awaltujuan dibuatnya terompet telinga ini oelh ilmuwan yunani tersebut bukanlah sebagai alat bantu drngar bagi penderita Tuli melainkan sebagai alat yang dirancang untuk membantu mendengar suara dengan jarak jauh ketika sedang berburu ataupun untuk keperluan militer. Tentu saja alat ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi ketika berburu atau utnuk keperluan militer. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi untuk mengembangakan terompet telinga sebagai alat bantu dengar untuk berkomunikasi bagi penderita Tuli.
Gagasan terompet telinga kemudian dikembangkan menjadi terompet telinga modern yang lebih canggih. Terompet telinga dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk membantu orang tuli agar dapat mendengar dan berkomunikasi dengan baik.
1. 1591-1670, terompet telinga modern dicatat dalam karya ilmuwan Belgia Jean Leurechon dalam buku Recreations Mathematiques yang kemudian diterbitkan pada tahun 1624.
2. Perajin terompet telinga pertama di Inggris adalah Bevan di London tahun 1715.
3. Pada tahun 1898, perusahaan Diktograf Amerika Serikat membuat alat bantu dengar modern yang menggunakan mikropon karbon.
4. Pada tahun 1954, alat bantu dengar yang terinspirasi dari terompet kerang memiliki bentuk yang semakin kecil sehingga dapat dipasang di gagang kacamata.
5. Pada tahun 1955, alat bantu dengar digital yang dapat dipasang di dalam telinga.
6. Pada tahun 1970-an, Professor Graeme Clark dari Melbourne mempelopori teknik implantasi alat bantu dengar yang sebelumnya dilakukan oleh Rod sauders di Melbourne, Australia.
7. Pada tahun 1984, Cochlear Implant dilakukan pertama kali di Amerika Serikat setelah adanya persetujuan dari US Federal Drug Administration (Badan POM Amerika Serikat).

Perkembangan teknologi yang dilakukan pada Terompet Telinga tentu saja memberikan manfaat yang begitu besar, khususnya bagi penderita penyakit tuli. Dengan adanya terompet telinga yang kemudian berfungsi sebagai alat bantu dengar diharapkan proses komunikasi berjalan dengan lancar dan tidak terbatas untuk orang dengan kondidi fisik yang baik.

Posted by: ayusartikayuliarti | July 2, 2009

Yahoo! akuisisi Flickr

Pendahuluan

Studi ekonomi merupakan proses pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang sangat terbatas. Manusia bukan hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan fisiknya saja agar dapat bertahan hidup melainkan kebutuhan mental, kebutuhan pikiran yang didalmnya termasuk informasi

Pada era ini, informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Di era yang serba praktis dan cepat ini masyarakat membutuhkan informasi yang sangat akurat, terpercaya dan sesuai untuk menunjang kebutuhan mereka hidup. Jika dahulu manusia sangat sulit memperoleh informasi dikarenakan alat komunikasi yang belum canggih, namun saat ini manusia dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat, akurat, dan praktis. Kemajuan teknologi sangat membantu dalam pemenuhan informasi bagi masyarakat. Salah satu teknolog tersebut yaitu berkembangnya media online (internet) yang terus berkembang dan semakin digemari oleh masyarakat terutama kaum muda. Internet telah menjadi media digemari karena penggunaannya yang praktis, cepat, dan mudah. Oleh karena itu, internet atau media baru ini menjadi lahan yang sangat menguntungkan untuk membuat sebuah industry media sebagai alat komunikasi dan perolehan informasi.

Saat ini sudah banyak portal-portal di internet yang memberikan pelayanan dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi bagi manusia. Portal-portal tersebut menyediakan berbagai informasi dari segala bidang yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Portal yang terkenal sebagai sebuah search engine (mesin pencari) yaitu Google, Yahoo!, MSN, dll. Selain mesin pencari, media online juga memberikan pelayana untuk menirim pesan elektronil (e-mail), Chaating (berkomunikasi lewat dunia maya tanpa harus bertatap muka), atau banyak juga portal-potal yang bertujuan untuk sarana hiburan (situs-situs gameonline, Friendster, facebook, dll). Ada juga beberapa portal yang mendukung hobby kita, misalanya flixstr sebagai sebuah portal yang menyajikan film-film yang sedang marak hari ini. Bisa juag Flickr, sebgai portal yang dapat digunakan untuk menyimpan foto-foto atau video yang kita miliki.

Begitu banyak kemudahan yang diberikan oleh media online bagi manusia. Namun ada beberapa kekurangan, satu diantaranya adalah portal-portal tersebut tidak memfasilitasi seluruh kebutuhan para pengguna internet. Misalnya saja, jika ingin mencek E-mail dan mengupdate dokumen foto di Flickr, maka pengguna internet harus login di dua situs yang berbeda. Hal ini tidak dinilai praktis dan tentu saja akan memunculkan kekurangan masing-masing portal yang tidak dapat melayani seluruh kebutuhan pengguna internet. Hal inilah yang menjadi latar belakang, mengapa ada proses akuisisi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kepada perusahaan lainnya. Selain untuk memperbaiki performance dari produk, integrasi yang dilakukan ini tentu saja akan memberikan keuntungan berupa materiil yang sangat signifikan.

Proses akuisisi ini telah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan online, diantaranya adalah Google Coorp yang mengakuisis You Tube dan Double Click atau Yahoo! yang mengakuisisi Flickr untuk menunjang performance Produknya. Dalam paper ini akan dibaha slebih lanjut mengenai kebijakan akuisisi yang dilakukan oleh Yahoo! kepada Flickr.

Sejarah Yahoo!

Seperti yang telah diketahui oleh hampir seluruh masyarakat dunia, dalam industri media telah dikenal adanya sebuah portal yang dapat melayani free webmail yang dikenal sebagai Yahoo!. Pada awalnya Yahoo! hanyalah sebuah Bookmark (petunjuk halaman buku) yang muncul dari ide dua orang alumnus Universitas Stanford pada April 1994. Kedua mahasiswa tersebut bernama David Filo dan Jerry Yang, mahasiswa lulusan teknik. Kemudian ide ini dikembangkan menjadi sebuah free webmail yang digolongkan edalam subjek-subjek. Dan hasilnya, saat ini berbagai fasilitas yang dinerikan leh Yahoo!. Mulai dari E-mail, Chatting, Groups, link ke iklan, atau link ke beberapa portal lainnya.

Bila dilihat dari perkembangan perusahaannya, Yahoo! cukup dapat dikatakan sebagai perusahaan di media online yang berkembang pesat. Pasalnya, pada bulan Maret 1995, Yahoo pun mengadakan kerja sama bisnis dengan para pemilik lembaga modal Ventura Silicon Valley.[1] Pada bulan April 1996, Yahoo! sangat sukses ketika di diluncurkan kepada khalayak luas. Saat ini, Yahoo! Inc. telah menjadipemimpin komunikasi global lewat internet, komersil, dan perusahaan media yang telah menjadi brand jasa jaringanlebih dari 232 juta individu setiap bulannya di dunia maya.[2] Yahoo! sebagai brand internet global pertama yang menjangkau pemirsa paling besar dalam dunia maya telah memiliki jaringan perusahaan web global. Dengan kantor pusat di Sunnyvale, California, Yahoo! puntelah mempunyai kantor di Eropa, Asia, Amerika Latin, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.[3]

Sejarah Flickr

Flickr didirikan pada Februari 2004 oleh perusahaan yang bernama Ludicorp. Pada awalnya Flickr menitikberatkan pada chat room yang memiliki banyak pengguna dengan nama Flickrlive. Keunggulan Flickr sebagai chat room bila dibandingkan lainnya adalah, Flickr mampu berbagi foto secara langsung (real time). Seiring berkembangnya Flickr, saat ini Flickr focus pada uploading dan menghilangkan chat room dari fasilitasnya.

Perusahaan yang berpusat di Vancouver, Kanada ini telah memperbaharui layanannya dari Beta ke Gamma disertai perubahan pada desain dan struktur pada 16 Mei 2006. Sebagai situs web yang populer untuk berbagi foto pribadi, layanan ini dimanfaatkan oleh banyak blogger sebagai tempat penyimpanan foto. Popularitasnya bertambah seiring peralatan komunitas online yang inovatif yang memperbolehkan foto-foto diberi tanda dan dicari secara folksonomi.[4] Adapun berbagai aplikasi web yang dimiliki oleh Flickr antara lain, 1. Organizr (aplikasi web untuk mengatur foto dalam akun Flickr), 2. kontrol akses (flickr menyediakan tempat penyimpanan foto untuk umum dan pribadi), 3. Interaksi dan kompatibilitas, 4. Pengarsipan (tidak ada gambar-gambar lama yang terhapus, tetapi disimpan rapi oleh Flickr), 5. Lisensi (Flickr menawarkan pengguna kemampuan untuk menyebarkan gambar mereka di bawah beberapa lisensi penggunaan yang umum.

Pada tahun 2005, Yahoo! Inc. mengambil alih Ludicorp dan Flickr. Pada 28 Juni 2005, semua daftar isi dari server Kanada dipindahkan ke server yang berada di Amerika Serikat, yang menyebabkan semua data yang ada berada di bawah hukum federal Amerika Serikat.[5]

Latar Belakang Yahoo!Inc Akuisisi Flickr

Seperti yang telah diketahui oleh hampir seluruh  masyarakat dunia, dalam industry media dikenal adanya sebuah portal bernama Yahoo!. Sebagai portal free webmail, Yahoo telah memperihatkan kesuksesannya menjadi sebuah portal yang diakui oleh masyarakat dunia. Namun, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa industry media online (internet) menjadi ranah yang menarik untuk dijadikan lahan bisnis. Bukan hanya Yahoo, sebagai satu-satunya portal yang bisa melayani free webmail, tetapi banyak portal-portal lainnya yang tidak kalah bagus dari Yahoo!.

Untuk dapat bertahan sebagai sebuah industry media, tentu saja Yahoo! Harus memperbaiki tubuhnya terus-menerus agar  tidak ditinggalkan oleh para penggunanya. Seperti yang telah dijelaskandi atas bahwa sebagai sebuah portal Yahoo! Belum dapat memfasiltasi seluruh kebutuhan dari para pengguna internet. Terutama mengenai peyimpanan data berupa foto dan video dengan kapasitas yang sangat besar. Hal ini merupakan alasan mendasar mengapa Yahoo! mengakuisisi Flickr sebagai sebuah situs web yang memfasilitasi hal tersebut. Dengan begitu, harapan yang muncul adalah Yahoo! tidak kehilangan para penggunanya dan dapat mempercantik dirinya dengan menambah fasilitas yang diberikan.

Hal yang berkaitan dengan alasan tersebut yaitu, pesaing Yahoo!, yaitu Google. Saat ini, selain sebagai search engine, google telah mengembangkan performancenya yaitu, memberikan layanan barupa free webmail dan Chat Room laiknya Yahoo!. Selain itu Google telah melakukan akuisisi pada YouTube pada tahun 2006 seharga USD 1,76 Miliar. YouTube merupakan sebuah portal video online terbesar menyaingi NBC Universal dan News Corp.[6] Hal ini tentu membuat Google menjadi pemimpin dalam dunia bisnis Online pasca akuisis YouTube.

Dengan begitu, Yahoo! harus segera menentukan strategi untuk dapat menyaingi Google. Strategi yang diambil oleh Yahoo! adalah dengan mengakuisisi Flickr, yang sebagai sebuah situs web telah memiliki fasilitasi yang sama dengan YouTube dan memiliki beberapa kelebihan yang dapat diandalkan.

Teori

Industri media online ini merupakan sebuah pasar ekonomi dimana didalamnya terdapat penjual, pembeli, dan barang/jasa yang ditawarkan oleh penjual. Penjual disini yaitu para perusahaan yang berkecimpung di industry media online ini, pembeli disini yaitu para pengguna internet yang membutuhkan fasilitas yang ditawarakan oleh penjual, sedangkan barang atau jasa adalah fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh perudahaan tersebut.

  • The Industrial Organization Model

Model organisasi pada industry ini biasa digunakan untuk memahami hubungan antara struktur pasar (market structure), kebijakan pasar (market conduct), dan penampilan pasar (market performance). Lebih jauh lagi, model organisasi industry ini dapat menjelaskan mengenai mengapa market performance dipengaruhi oleh market structure and conduct.

  1. a. Market Structure

Struktur dalam sebuah pasar dapat dijasikan sebagai karekteristika satau cirri dari pasar tersebut. Apakah masuk ke dalam pasar Oligopoli, monopoli, atau lainnya. Factor-faktor yang menentukan karakteristik tersebut yaitu,

  1. Jumlah Pembeli dan penjual dalam pasar
  2. Diferensiasi dari Produk (homogeny atau heterogen)
  3. Aturan untuk masuk dan keluar pasar
  4. Harga produksi
  5. b. Market Conduct

Market conduct dapat diartikan sebagai sebuah kebijakan atau perilaku pada area yang spesifik, misalnya penentuan harga produk, strategi pemasaran produk, penelitian dan inovasi, rencana investasi, dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan yang diambil tentu saja disesuaikan dengan market structurenya.

  1. c. Market Performance

Market performance sangat terkait dengan analisis kemampuan dari sebuah firma atau perusahaan untuk mencapai tujuan atau keuntungan dengan produk yang berbeda. Beberapa criteria market performance, yaitu

  1. Efficiency        : “. . . the ability of a firm to maximize its wealth”.[7]
  • Technical Efficiency                : penggunaan sumberdaya dengan cara paling efektif untuk maksimalisasi output (“Much of the conglomeration that has occurred in media industries is designed to increase technical efficiency, through mergers and acquisition, which create economies of scale”)[8]
  • Allocative Efficiency: pasar berfungsi dalam kapasitas optimal, memberikan keuntungan dan manfaat kepada produser dan consumer.
  1. Equity : Keuntungan atau kekayaan terbagi secara merata diantara pelaku pasar.
  2. Progress: kemampuan perusahaan, dan pasar secara keseluruhan, untuk meningkatkan output dari waktu ke waktu.

Hubungan antara Market Structure dan Market Performance

  • Korelasi negatif antara market competition dan media performance: hanya dalam concentrated market structure, media bisa mempunyai sumberdaya finansial yang mencukupi untuk  mengembangkan produk-produk baru yang bermutu (e.g., Burnett, 1992) – sementara dalam struktur yang kompetitif media hanya bersaing untuk merebut mayoritas pasar, kurang insentif untuk melakukan inovasi, dan akhirnya mengarah pada homogenisasi produk.
  • Korelasi positif antara market competition dan media performance: dalam struktur pasar yang kompetitif, tiap media berusaha mencari segmen pasarnya sendiri, dan mendorong kearah diversifikasi produk (Coser et al., 1982; Ryan, 1985).

Pembahasan

Jika dianalisis dengan teori-teori di atas, dapat diketahui bahwa akuisisi yang dilakukan oleh Yahoo! Merupakan strategi dari produk yang memiliki tujuan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Strategi-startegi yang diambil ini merupakna bagian dari market conduct yang nantinya akan mempengaruhi market performancenya.

Keputusan Yahoo! Untuk mengakuisisi flickr pada tahun 2005 merupakan keputusan yang dilakukan untuk menyaingi para pesaingnya, terutama Google. Akuisisi Flickr sebagai portal video dan foto sharing online diyakini dapat meningkatkan performance Yahoo! Sehingga nantinya akan dapat menyaingi rivalnya yaitu Google yang telah mengakuissi YouTube.

Industri media online ini masuk ke dalam pasar dengan struktur yang dikenal dengan oligopoli. Dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dengan produk yang dapat bersifat homogen atau heterogen, dan diberi kebebasan bai para penjual dan pemeli untuk memasuki pasar. Dengan kondisi ang seperti ini, tentu saja perusahaan-perusahaan tersebut harus mampu untuk bersainag sehinga masih dapat bertahan di industri ini.

Dengan mengakuisis Flickr, Yahoo! Sebagai perusahaan yang terus bersaing sangat yakin bahwa produknya akan dapat menyaingi Google. Flickr yang dibeli oleh Yahoo! Dari sepasang suami isteri Stewart Butterfield dancaterina Fake sebesar USD 35 juta ini memberikan layanan terbaik bagi para pecinta video yang ingin berbagi klip kepada anggota keluarga dan rekan-rekan mereka. Selain itu Flickr tidak hanya hadir dalam Bahasa Inggris, melainkan dengan 7 bahasa lainnya, antara lain Itali, Jerman, Korea, Prancis, Portugal, Spanyol, dan China. Akuisisi ini diyakini oleh Manajer Yahoo Flickr dapat menarik perhatian penikmat video online. Kakul Srivastava, sebagai manajer Yahoo Flickr mengatakan bahwa kepuusan yang diambil ini adlaah untuk memenuhi permintaan pasar.

Setelah melakukan kerja sama dengan Flickr, tentu saja berdampak pada performance yang dimiliki oleh Yahoo!. Bagi para pecinta foto dan video sharing, mereka tidak perlu lagi membuka situs Flickr dengan sendirinya, karena Yahoo telah membuat link untuk bisa langsung diakses oleh konsumen ketika mereka sedang login di Yahoo. Dengan begitu, pengguna internet yang ingin menggunakan Flickr sebagai penyalur hobinya tidak perlu lagi membuat account di Flickr apabila mereka telah memiliki account di yahoo!. Yahoo Photos menyediakan halaman sambutan kepada pengunjung lebih visual, dengan sederet daftar album pengguna dan album-album lainnya di sisi kiri, serta gambar besar foto terkini.

Pengguna dapat memindahkan beberapa foto dalam waktu yang bersamaan untuk usaha pengaturan ulang dan mengganti namanya semudah mungkin dengan penentuan dan pengklikan pada nama lama dan memasukkan nama yang baru. Gambar-gambar tersebut disertai informasi deskripsi tambahan tentang setiap jepretan dan dirancang secara pribadi, kata Brad Garlinghouse, senior vice president of communications, community and front door Yahoo, pada kesempatan pertemuan dan demo produk kepada para wartawan.[9] Halaman baru ini dilengkapi dengan Yahoo Mail, Messenger, Mobile dan 360, menyediakan pengunjung lokasi universal yang dapat diakses untuk melihat foto yang dikirim oleh teman.

Tujuan kerjasama yang dilakukan oleh Yahoo dan Flickr dalam meningkatkan performance produknya selain untuk memenuhi keinginan pasar adalah untuk meyakinkan Microsoft Corp untuk mengakuisi Yahoo. Pasalnya Yahoo saat ini telah mengalami krisis keuangan sehingga harus ada yang membantunya.

Dapat disimpulkan bahwa, sebagai sebuah industry media di Internet yang telah memiliki banyak pesaing, Yahoo! harus memiliki strategi-strategi untuk bisa mempertahankan bisnisnya. Dalam industry media, terdapat model organisasi yang harus dilakukan. Yahoo sebagai penjual yang ada di pasar internet merupakan bagian dari market structure. Produk yang ditawarkan, kerjasama-kerjasama yang dilakukan, dan orang-orang yang menjadi penggerak Yahoo, merupakan bagian dari market structure yang dimiliki oleh Yahoo. Pihak pengelola Yahoo melakukan proses market conduct (pengambilan kebijakan) dengan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu, salah satunya adalah Flickr. Akuisisi yang dilakukan akan mempengaruhi tampilan dari produk Yahoo. Tentu saja ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta Yahoo dan Flickr. Hal terpenting lainnya adalah Yahoo dapat ,meraih keuntungan yang besar dari kerjasama ini dan Yahoo! Akan terus dapat bertahan di bisnis media online ini dan dapat menandingi para rivalnya di industri ini.

Kesimpulan lainnya yaitu, market structure, market conduct, dan maket performance merupakan model organisasi dalam sebuah industri yang saling berkaitan satu sama lainnya.


[1] pinuik.blogspot.com, diakses pada 4 Mei 2009 pukul 14:30 wib

[2] ibid

[3] ibid

[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Flickr diakses pada 4 Mei 2009 pukul 14:30

[5] ibid

[6] http://www.unsa.ac.id/?p=120 diakses pada 23 Maret 2009, pukul 11:30 wib

[7] Albarran, Alan B. Media Economics. ‘Iowa: Iowa State University Press. 1996. Hal.39

[8] Ibid, hal.39

[9]http://www.aptikom.net/sda/news/psecom,id,9260,_language,Indonesia,nodeid,1,xv_start,5285,xv_numresults,35,xv_sortvalue,0.html, diakses pada 23 Maret 2009

Posted by: ayusartikayuliarti | July 2, 2009

Perempuan dan Politik

  1. I. PENDAHULUAN

Ranah politik menjadi arena yang sangat menarik untuk digeluti lebih serius oleh masyarakat. Banyak orang yang menganggap bahwa dengan terjun ke ranah ini, mereka bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Anggapan itu muncul ketika banyak orang yang berada di Senayan menjadi hidup makmur. Usaha yang dikeluarkan berupa materi dan tenaga oleh para politisi untuk berada di bangku kekuasaan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan hasil yang akan mereka dapatkan ketika telah menjadi penguasa. Hal ini lah yang menyebabkan masyarakat berlomba untuk berada di senayan, salah satu caranya adalah dengan menjadi Calon Legislatif DPR RI.

Runtuhnya orde baru yang disusul dengan masa reformasi, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik semakin luas. Masyarakat diberi kebebasan untuk bisa terjun ke ranah ini dengan berbagai cara yang telah ditentukan, misalnya, bebas membuat partai politik dan mengajukan diri menhadi CaLeg. Banyaknya partai politik yang terbentuk semakin membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi pada ranah ini. Partai politik dijadikan kendaraan bagi seluruh masyarakat yang ingin berada di parlemen. Namun hal di atas belum sepenuhnya terlaksana. Kesempatan yang ada belum diberikan secara merata pada seluruh masyarakat. Dalam hal ini ada perbedaan quota bagi perempuan dan laki-laki yang akan duduk di parlemen.

Hidup di tengah-tengah masyarakat yang menganut budaya patriarki membuat perempuan menjadi sulit untuk terjun di ranah politik. Adanya stereotype bahwa perempuan tidak mampu untuk terjun di bidang politik dan anggapan bahwa mereka hanya boleh mengurusi urusan domestik, membuat perempuan menjadi tidak percaya diri akan kemampuannya. Hal ini mengakibatkan partisipasi perempuan dalam politik seolah dibatasi. Namun, dewasa ini, partisipasi perempuan dalam politik semakin terlihat. Terbukti dengan adanya penambahan jumlah calon legislative dari pemilu 2004 dibandingkan dengan pemilu 2009.

Dengan dikeluarkannya kebijakan baru berupa Undang-Undang No. 12 tahun 2003 tentang Pemilu pasal 65 ayat 1, yang memperhatikan keterwakilan perempuan dalam tiap parpol sebesar 30 %, dan Undang-Undang No.2 tahun 2008, serta Undang-undang No. 10 tahun 2008 tentang jaminan peluang peningkatan keterwakilan perempuan di arena politik, telah meyakinkan perempuan untuk berani terjun di kancah politik. Hal ini seolah akan meruntuhkan stereotype mengenai tertutupnya peluang bagi perempuan. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan akan semakin banyak perempuan yang berani menunjukkan kemampuannya untuk bisa menjadi politisi laiknya laki-laki.  Dalam hal ini, peran media tidak dapat dinafikkan dalam upaya membantu proses persuasive untuk meyakinkan perempuan terjun ke ranah ini. Media sebagai agen sosialisasi dan alat propaganda, memuat informasi mengenai kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah. Selain itu media kerap kali memuat informasi yang bisa mempengaruhi perempuan untuk berani terjun ke ranah ini.

  1. II. KAJIAN TEORITIS MEDIA MASSA DAN POLITIK

Muted Group Theory merupakan salah satu kajian teori media yang bisa dijadikan alasan mengapa perempuan seolah dibatasi partisipasinya dalam bidang politik. Cheris Kramarae (1981) adalah profesor speech communication dan sosiolog di Universitas Illinois. [1] Dalam penelitiannya mengenai sistemik cara-cara perempuan dilukiskan di dalam kartun, Kramarae menyimpulkan bahwa bahasa yang ada adalah merupakan hasil konstruksi dari kaum lelaki. Oleh karena itu pada teori ini diyakini bahwa perempuan menjadi kaum yang subordinat sehingga tidak memiliki kekuatan untuk dapat mengungkapkan apa yang mereka pikirkan. Bahasa sebagai bagian dari budaya tidak digunakan semua pembicara secara sama, karena tidak semua pembicara berkontribusi pada cara formulasi yang sama. Perempuan (dan anggota kelompok subordinat lainnya) tidak bebas atau tidak semampu laki-laki untuk mengatakan apa yang mereka inginkan, kapan dan dimana mereka menginginkan, karena kata-kata dan norma yang mereka gunakan telah diformulasi oleh kelompok laki-laki yang dominan. [2] Asumsi-asumsi yang ada pada teori ini yaitu,

  • Perempuan memiliki cara pandang yang berbeda dengan laki-laki, hal ini disebabkan oleh perbedaan pengalaman dan aktivitas antara laki-laki dan perempuan.
  • Karena dominasi politik yang dimiliki oleh laki-laki menyebabkan keterbatasan perempuan dalam mengekspresikan dirinya.
  • Agar dapat berpartisipasi dalam masyarakat perempuan harus mentransformasi cara mereka menjadi cara-cara yang dapat diterima oleh laki-laki.[3]

Spiral Of Silence Theory, (Noelle-Neumann;1991,1993) merupakan teori yang menjelaskan mengenai kebisuan individu/kelompok yang memiliki opini yang menyimpang dari masyarakat karena disebabkan oleh ketakutan akan isolasi yang diberikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung opini yang menyimpang tersebut, individu/kelompok mencari dukungan dari lingkungannya dan menggunakan media massa sebagai alat untuk menyampaikan opini yang mereka miliki.[4] Asumsi-Asumsi dari Theory ini yaitu,

  • Masyarakat mengancam individu yang menyimpang dengan melakukan isolasi
  • Ketakutan akan isolasi menyebabkan individu mencoba menerima hal-hal yang disetujui oleh mayarakat biasanya
  • Perilaku Khalayak dipengaruhi oleh opini publik[5]

The Fourth Estate in Democracy State, dalam negara-negara demokrasi ada empat pilar yang menjadi kekuatan politik di suatu negara. Empat pilar tersebut yaitu eksekutif, yudikatif, legislatif, dan media massa. Dalam hal ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah pilar keempat dari negara demokrasi yaitu media massa. Menurut Harold Lasswell dan Charles Wight masing-masing tahun 1948 dan 1960, ada empat fungsi umum dari media yaitu surveillance (pengawasan, pengamatan), correlation (hubungan), socialization( transmisi budaya), entertainment (hiburan).[6] Namun, Gurevitch and Blumler (1990, p.270) menidentifikasi delapan system standar media pada masyarakat demokratis.[7] Delapan system berikut yaitu;

  • Surveillance, pengawasan pada agenda-agenda pemerintah yang ada, apakah berdampak negative atau positif bagi kesejahteraan warga Negara.
  • Identification, pengidentifikasian permasalahan social politik, awal masalah samapi kemungkinan adanya pemecahan masalahnya.
  • Provision, ketetapan Platforms
  • Transmission, transmisi beragam konten media contohnya pidato dari anggota parpol, antara pemegang kekuasaan dan masyarakat
  • Scrutiny, penelitian atau pengawasan terhadap pegawai pemerintah dan berbagai institusi di bawah pemerintahan serta terhadap kebijakan yang dibuat.
  • Incentives, pendorong atau informasi yang mengizinkan warga Negara untuk menjadi participant yang aktif bukan hanya menjadi penonton dalam perpolitikan
  • Principled, media memiliki prinsip untuk melawan segala usaha percobaan yang akan menumbangakan otonomi media.
  • Respectful, Media memperhatikan khalayaksebagai pihak yang memiliki perhatian an memilki perasaan.

Efek Komunikasi Politik, dalam buku Komunikasi Politik oleh Dan Nimmo, Terdapat tiga jenis akibat (efek) yang ditimbulkan dari komunikasi Politik, yaitu

  • Akibat Kognisi, Komunikasi politik yang dilakukan lewat media massa berupa pemberian informasi akan mempengaruhi kognisi khalayak. Dengan penyebaran informasi yang diberikan dapat memecahkan ambiguitas dalam pikiran orang, menyajika bahan mentah bagi interpretasi personal, memperluas realitas social dan politik, dan menyusun agenda, media juga bermain di atas system kepercayaan orang.
  • Akibat Afektif. Ada empat konsekuensi afektif yang muncul dari komunikasi politik yaitu pertama, seseorang bisa menjernihkan, mengristalkan nilai politik melalui komuinkasi politik. Kedua, orang bisa memperkuat nilai melalui komunikasi politik. Ketiga, Komunikasi politik bisa memperkecil nilai yang kita anut. Keempat, memindahkan orang dari persuasi yang satu ke persuasi yang lain.
  • Akibat partisipasi, Media massa dapat mempegaruhi partisipasi politik seseorang dengan informasi yang disampaikannya. [8]

Agenda Setting merupakan salah satu teori dalam media yang tujuannya adalah mempersuasikan khalayak. Agenda setting merupakan proses bagaimana media mengatur penyampaian informasinya kepada khalayak, seperti apa yang akan disampaikan, kapan, dan dengan pengemasan yang seperti apa. Agenda setting dibagi kedalam dua kelompok yaitu agenda media dan agenda publik. Agenda media bertujuan untuk membentuk opini publik. Dalam agenda media terdapat beberapa dimensi[9] yaitu
a)Visibility (visibilitas), jumlah dan tingkat menonjolnya berita.
b) Audience Salience (tingkat menonjol bagi khalayak), relevansi isi berita   dengan kebutuhan khalayak.
c)Valence (valensi), menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu peristiwa.

Di dalam agenda media dikenal dengan konsep. McLeod dan Kosicki memberikan pengertian kunci dari priming. Salah satu contoh dari aktivitas priming adalah ketika sebuah Issu yang menarik, kemudian diletakkan pada waktu-waktu utama pada media siar, dan menjadi headline di media cetak. Mc Leod dan Kosicki mengatakan bahwa penggunaan media oleh khalayak yang memberikan terpaan terus-menerus pada isi tertentu dari media akan mengaktifkan suatu konsep yang dalam kurun waktu tertentu akan menambah probabilitas bahwa konsep itu serta pikiran ingatan (memori) yang berhubungan dengannya akan hadir kembali dalam benak seseorang pada saat diperlukan di kemudian hari (J. Bryant and D. Zillman (Eds). 2002).[10]

Priming yang merupakan salah satu konsep yang ada di agenda setting memang dikatakan hanya menyentuh kognisi khalayak. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketika media melakukan terpaan media terus-menerus kepada khalayak dan telah tertancap pada kognisi khalayak maka hal itu dapat mempengaruhi perilaku khalayak.

III. Contoh Kasus

Media massa yang memiliki fungsi sebagai alat sosialisasi dan alat propaganda politik. Ketika terbukanya peluang partisipasi politik bagi perempuan yang telah dijamin oleh UU no.12 tahun 2003 tentang Pemilu pasal 65 ayat 1 yang berbunyi “ Setiap parpol dapat mengajukan anggota DPR, DPRD, Provinsi, dan DPRD kbaupaten/kota untuk setiap daerah pemilihan dengan memperhatikan keterwakilan sekurang-kurangnya 30%”, media massa semakin gencar untuk mengangkat isu-isu ini. Media Massa kerap kali memuat artikel-artikel yang membela kaum perempuan untuk bisa terjun ke ranah politik. Selain itu media massa berusaha meyakinkan dan mempersiapkan kaum perempuan akan kemampuan mereka agar dapat terjun ke ranah ini.

Salah satu media yang sangat mendukung kesetaraan gender dalam bidang politik adalah Jurnal Perempuan. Selain Jurnal Perempuan, berbagai situs atau blog yang ada di internet banyak yang memuat artikel mengenai partisipasi politik perempuan. Peluang yang dijamin oleh Undang-undang ini dan peran media yang sangat signifikan dalam proses sosialisasi dan media propaganda, telah mempengaruhi kaum perempuan untuk berani terjun ke ranah politik. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah calon legislative perempuan pada pemilu 2004 dan pemilu 2009. Data mengenai perbandingan jumlah calon legislative tahun 2004 dan tahun 2009 yaitu pada tahun 2004, jumlah calon Legislatif perempuan DPR RI adalah 1845 orang (30.53 %).[11] Kenaikan jumlah partisipasi politik perempuan untuk menjadi calon legislative terlihat pada pemilu 2009. Total Calon legislative pada DCT (Daftar Calaon Lagislatif Tetap) yang dikeluarkan oleh KPU adalah sebanyak 11.301 orang. Dari jumlah itu, 7.391 di antaranya laki-laki, sedangkan 3.910 adalah perempuan dengan prosentase  caleg perempuan 34,60 persen.[12]

Dari pemaparan di atas terlihat kenaikan jumlah partisipasi politik perempuan untuk menjadi calon legislative DPR RI pada pemilu 2004 dan 2009. Hal ini terjadi karena ada peran media di dalamnya, menjadi media komunikasi politik dan alat persuasive serta alat propaganda.

IV. Analisa Kasus dengan Teori

Pada Pemilu 2004, terlihat jelas bahwa jumlah calon legislative perempuan dalam arena politik masih sedikit. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini, perempuan dianggap sebagai kaum subordinat dalam budaya patriarki yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan perempuan pada tahun 1999 dan 2004 belum banyak yang berani terjun ke ranah politik. Berdasarkan Muted Group Theory (Cheris Kramarae; 1981) memiliki asumsi bahwa perempuan memiliki pengalaman dan aktivitas yang berbeda dengan laki-laki. Perbedaan inilah yang dijadikan alasan bahwa perempuan tidak memiliki kemampuan yang baik untuk bisa berkontribusi di perpolitikan. Selain itu, dominasi laki-laki dalam politik sejak zaman demokrasi terpimpin hingga Orde Baru, menyebabkan terbatasnya peluang perempuan untuk menjadi anggota DPR RI. Walaupun ada yang terlibat dalam pemerintahan, perempuan harus mengikuti pola pikir yang dimiliki oleh laki-laki ketika itu. Bagaimana tidak, ketika masa Orde Baru, kaum perempuan yang ada di pemerintahan masih memiliki hubungan kerabat dengan mantan Presiden Soeharto. Hal inilah yang menyebabkan perempuan ketika itu belum banyak ada di pemerintahan.

Namun, berada dalam keterbatasan kesempatan tidak menjadikan perempuan berdiam diri. Beberapa LSM perempuan dan aktivis-aktivis perempuan yang menginginkan adanya kesetaraan gender melakukan penyabaran pemikiran lewat media massa. Berbagai jurnal tentang politik dan gender  ataupun artikel-artikel mengenai perempuan dan politik marak ada di media. Ketika perempuan menjadi kelompok yang bisu (Spiral Of SilenceTheory; Noelle-Neumann;1991,1993) dalam menyampaikan aspirasi, perempuan memanfaatkan media untuk membentuk opini public dan upaya persuasive kepada khalayak perempuan untuk berani terjun ke kancah perpolitikan. Berdasarkan teori Spiral Of Silence, bisu bukanlah berarti tidak bergerak sama sekali. Dalam teori ini dikatakan bahwa ada ancaman diisolasikan oleh masyarakat bila memiliki opini yang menyimpang dari masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, untuk menghindari isolasi ini, para aktivis perempuan menggunakan media massa yang telah dijamin kebebasannya sebagai alat komunikasi politik dan alat propaganda. Mengapa media massa yang dipilih untuk menjadi alat penyambung lidah? Hal ini dikarenakan di dalam negara yang menganut demokrasi seperti Indonesia media massa merupakan pilar keempat yang menjadi alat pengawasan dan media sosialisasi serta memiliki kekuatan dalam mempengaruhi khalayak.

Terpaan media kepada khalayak memiliki dampak yang signifikan. Ketika partisipasi politik perempuan menjadi issu yang hangat dan sensual untuk dibicarakan, maka sebagai sebuah industri, media massa telah memiliki strategi untuk melaksanakan agenda setting terhadap medianya. Mendekati masa Pemilu, berbagai media baik cetak, elektronik, dan media baru memuat berbagai artikel yang berisikan tentang peran perempuan dalam politik. Terpaan berita yang menjadi headline di media massa akan mempengaruhi kognisi para khalayak, dalam hal ini perempuan. Konsep ini dalam agenda setting dikenal dengan Priming. Ketika khalayak diterpa oleh informasi yang sama dan terus menerus maka dapat diprediksi hal tersebut akan masuk ke dalam memori otak khalayak dan hal ini menambah kemungkinan akan dipanggilnya memori tersebut dalam waktu tertentu yang bisa mempengaruhi perilaku khalayak. Dapat disimpulkan bahwa meningkatnya jumlah partisipasi perempuan untuk menjadi calon legislative pada pemilu 2004 dan 2009 adalah berawal dari keinginan perempuan sebagai kelompok yang dianggap subordinat untuk dapat menyampaikan aspirasinya dalam perpolitikan di Indonesia.

Di akhir abad ke-20,berbagai konferensi dan konsensus mulai muncul sebagai bentuk kesadaran dunia internasional akan hak-hak wanita. Kongres-kongres tersebut antara lain International Women’s Year Conference (1975) dan The United Nations Fourth World Conference on Women di Beijing (1995). Kesadaran akan perlunya eksistensi perempuan untuk dilindungi pun semakin besar dari masa ke masa. Selain itu, adanya jaminan Undang-undang No. 12 tahun 2003, pasal 65 ayat 1 tentang Pemilu yang berisikan mengenai terbukanya peluang keterwakilan perempuan dalam politik, membuat mereka semakin yakin untuk mengisi peluang yang diberikan. Dalam hal ini media sebagai alat sosialisasi berperan untuk menyampaikan kebijakan tersebut serta membentuk opini publik melalui informasi yang disampaikan.

Efek yang diberikan media dalam komunikasi politik yaitu, efek kognitif, efek afeksi, dan efek partisipasi. Jika dilihat dari prosesnya, informasi yang diberikan oleh media akan mempengaruhi kogniis khalayak, menambah pengetahuan khalayak tentang perpolitikan, dalam hal ini adalah terbukanya peluang partisipasi politik bagi perempuan. Terpaan terus menerus yang diberikan tentang issu ini akan memperkuat nilai-nilai yang ada pada perempauan atau mengubah nilai-nilai tersebut. Sebagai contoh anggapan-anggapan bahwa perempuan tidak mampu terjun ke ranah politik, sedikit dmei sedikit terkikis dengan informasi yang di dapat melalui media. Efek yang terakhir yaitu partisipasi. Informasi yang terus bertambah dan nilai yang telah berubah membawa dampak pada partisipasi politik perempuan. Keyakinan akan kemampuan yang ditimbulkan dari media telah membuat perempuan berbondong-bondong untuk menjadi calon legislative DPR RI di pemilu 2009.

Berdasarkan analisa di atas, dapat dilihat bahwa meningkatnya jumlah calon legislative perempuan untuk DPR RI tahun 2004 sebesar 1845 orang menjadi 3910 orang untuk Pemilu 2009, tidak terlepas dari pemerintah yang membuka peluang sebesar 30% dan peran media sebagai alat persuasive yang dapat mempengaruhi kognisi masyarakat dan akhirnya dapat menyentuh tataran perilaku khalayak perempuan untuk berani terjun ke ranah politik. Hal ini sebagai bukti bahwa media massa memiliki pengaruh yang sangat kuat sebagai alat propaganda dalam berbagai aspek terutama Komunikasi Politik.


[1] http://teddykw1.wordpress.com/2008/03/03/muted-group-theory-teori-kelompok-yang-dibungkam/

[2] Griffin, Emory A., A First Look at Communication Theory, 5th edition, New York: McGraw-Hill, 2003. Hal. 487

[3] West, R & Turner, L. H. Introduction Communication Theory, New York: McGraw-Hill, 2007. Hal. 520

[4] http://teddykw1.wordpress.com/2008/02/26/teori-spiral-keheningan-spiral-of-silence-theory/

[5] West, R & Turner, L. H. Introduction Communication Theory, New York: McGraw-Hill, 2007. Hal.445

[6] Yusup, Pawit M. 2003. homepage Pawit MY. Biografi, makalah, modul kuliah, dll. Alamat:

http://bdg.centrin.net.id/~pawitmy/

[7] Bryant, J. Zillman, D. (1994). Media Effects. Lawrence Erlbaum Associates, Inc, Publisher. Hal. 126

[8] Nimmo, dan. Komunikasi Politik Khalayak dan Efek. (2000). Rosdakarya: Bandung. Hal. 154-158

[9] http://dossuwanda.wordpress.com/artikel/agenda-setting-media/, diakses pada 17 maret 2009

[10] http://ernams.wordpress.com/2008/07/11/konsep-priming/, diakses pada 17 Maret 2009

[11] http://www.cetro.or.id/uu/Tingkat%20Perolehan%20Suara%20Caleg-EDIT%20071206.pdf, diakses pada 20 Maret 2009. Sumber KPU yang diolah melalui data Cetro (Center For electoral Reform)

[12] http://jendelague.com/2008/12/04/daftar-jumlah-calon-legislatif-caleg-tetap-pemilu-2009-perempuan-34/, di akses pada tanggal 20 Maret 2009

Posted by: ayusartikayuliarti | July 2, 2009

DEKLARASI CALON PRESIDEN

Pesta demokrasi di Indonesia belum selesai. 8 Juli 2009 mendatang akan menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, akan terpilih seorang pemimpin bangsa untuk masa kerja 2009 – 2014. Penghitungan pemilu Legislatif yang telah lalu memberikan hasil bahwa Partai Demokrat menjadi partai pemenang dalam pemilu tersebut. Disusul oleh Golkar dan PDI-P pada urutan kedua dan ketiga. Kemenangan ketiga partai ini merupakan kunci untuk menjadi orang nomor satu di negara tercinta ini. Partai Demokrat sebagai pemenang utama menjagokan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Presiden pada periode 2009-2014 berdampingan dengan Boediono. Golkar sebagai partai kedua pemenang dalam pemilu legislatif memilih untuk mengunggulkan Jusuf Kalla dengan Wiranto dari Partai Hanura. Pasangan ini yakin akan menjadi rival yang sebanding dengan SBY-Boediono. PDI-P tidak mau kalah untuk mencalonkan tokohnya menjadi calon Presiden. Megawati dicalonkan kembali untuk menjdi Presiden oleh Partai berlambang banteng moncong putih ini. Perdebatan alot terjadi ketika PDI-P berkoalisi dengan Gerindra. Pasalnya Prabowo, dewan penasehat Gerindra, ingin memajukan diri sebagai seorang Presiden. Lobby-lobby politik dilakukan oleh kedua partai yang bervisi dan misi hampir sama ini. Diputuskan akhirnya bahwa Megawati maju sebagai Calon Presiden dan prabowo sebagai ”pendamping hidup” Megawati untuk periode 2009-2014.

Memilih pasangan hidup memang bukanlah hal yang mudah. Jika diamati, berbagai startegi politik dilakukan oleh para politisi untuk dapat mendapatkan pendamping yang terbaik. Lihat saja contohnya ketika SBY memilih calon wakil presidennya. Begitu banyak kontra yang diberikan oleh masyarakat atas terpilihnya Boediono untuk mendampingi SBY.

Institusi Media massa yang tidak pernah lengah akan berita terbaru, menjadi sangat berpengaruh atas terbentuknya citra para kandidat tersebut. Pasalnya tidak semua media massa melihat dan memuat berita secara sama. Ini menjadi penting bagi para kandidat untuk terus berhati-hati dengan tingkah lakunaya dan terus mengupayakan pembentukan citra positif yang sesuai dengan visi misi yang dibawa. Menuju kursi nomor satu di Indoensia bukanlah hal yang mudah. Ini  merupakan proses panjang yang harus dilalui oleh para kandidat.

Moment yang tidak bisa dianggap remeh adalah ketika para kandidat melakukan ”akad nikah” di depan masyarakat Indonesia. Agenda sakral ini harus dipersiapkan dengan sangat matang, agar dapat menarik perhatian masyarakat. Agenda penting ini bisa diibaratkan sebagai sebuah pertunjukan drama, dimana didalamnya terdapat pemain, alur cerita, adegan yang diperankan, dan yang tidak kalah penting adalah sutradara pertunjukan tersebut.

Seperti yang telah diketahui bahwa para ketiga kandidat ini telah melakukan deklarasi politik untuk menyatakan siap maju sebagai pejuan dalam Pemilu presiden 2009. Format yang berbeda ditampilkan oleh ketiga pasang kandidat. SBY-Boediono lebih memilih mendeklarasikan ”pernikahan” mereka dengan acara yang formal, laiknya pidato kemenangan Obama dan Biden. Gedung Sabuga Bandung dengan hiasan mewah dipilih SBY Boediono untuk melakukan deklarasi. Berbagai rangkaian acara formal dan berwibawa di ertunjukan di Gedung sabuga Bandung. Acara dibuat dengan sangat khidmat dan gloria. [1]Berbeda dengan rivalnya, Megawati dan Prabowo lebih memilih mendeklarasikan ”pernikahan” mereka dengan sangat sederhana. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu menjadi tempat yang dipih oleh Megawati-Prabowo untuk mendeklarasikan pernikahan politik mereka.[2] Deklarasi pasangan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2009 pada pukul 14:00 s.d. 17:00 wib. Pasangan yang ddidukung oelh Sembilan partai ini memilih untuk melibatkan rakyat kecil dalam pagelaran drama ini. Seperti yang diucapkan oleh Ketua Panitia Pelaksanaan Lokal di Bekasi, bahwa dalam acara deklarasi ini dilibatkan ratusan pedagang makanan tradisional dan kaki lima yang selama ini termarjinalkan. Merka diberi kebebasan berjualan di tenda hiburan rakyat. [3]

Deklarasi ini sangat bernuansa nasionalis, kerakyatan, dan perjuangan. Acara ini dibuka dengan lantunan music rakyat yang dibawakan oleh pengamen jalanan, doa oleh enam pemuka agama, menyanyikan lagu kebangsanaan Indonesia raya, Pembacaan teks Pancasila, Pembacaan Puisi “Karawang-Bekasi” berikut penyerahan bendera merah Putih, dilanjutkan dengan pidato capres dan cawapres, serta prosesi deklarasi rakyat.

Dapat kita perhatikan perbedaan cara kedua kandidat ini dalam mendeklarasikan “perkawinan” mereka masing-masing. Perbedaan pertunjukan ini tidak terlepas dari peranan sutradara pertunjukan drama tersebut – dalam hal ini adalah konsultan politik dan panitia penggarap pelaksanaan. Mengapa hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah drama politik? Dalam konsep teori Dramaturgi, Kenneth Duva Burke (May 5, 1897 – November 19, 1993) seorang teoritis literatur Amerika dan filosof memperkenalkan konsep dramatisme sebagai metode untuk memahami fungsi sosial dari bahasa dan drama sebagai pentas simbolik kata dan kehidupan sosial. Tujuan Dramatisme adalah memberikan penjelasan logis untuk memahami motif tindakan manusia, atau kenapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan.[4] Pertunjukan deklarasi ini dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk lain komunikasi seperti Dramaturgi yang dijelaskan oleh Erving Goffman yang melihat dari sudut pandang Sosiologi mengatakan bahwa drama merupakan pertunjukan yang terjadi di masyarakat untuk memebri kesan yang baik pada masyarakat agar tujuannya tercapai. Ini merupakan salah satu proses komunikasi. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari komunikasi. Kenapa komunikasi? Karena komunikasi sebenarnya adalah alat untuk mencapai tujuan.  Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau. Hal inilah yang dilakukan oleh para kandidat untuk membentuk citra positif di masyarakat.

Dramaturgi yang dilakukan oleh para kandidat tidak terlepas dari tengan konsultan politik. Konsultan politik tiap kandidat harus memikirkan bagaimana caranya agar dapat membentuk image positif bagi tiap kandidat. Image tersebut dapat dibentuk mulai dari hal yang terkecil sampai hal besar seperti deklarasi ini. Deklarasi yang dilakukan oleh para kandidat adalah satu kesatuan dari upaya untuk memebntuk image positif. Sebagai contoh, hal kecil yang harus diperhatikan adalah pemilihan warna pakaian, tampilah gaya rambut, gesture para kandidat, materi pidato yang akan disampaikan, pemilihan tempat, dan kemasan agenda acara. Ini merupakan hal-hal yang diharapkan dapat membentuk citra positif bagi kandidat. Sang sutradara, konsultan politik, harus benar-benar cermat dalam menangani hal ini.

Deklarasi yang dilakukan oleh para kandidat dapat dianalisis dengan menggunakan  salah satu konsep dari Dramaturgi yaitu the Pentad. Konsep ini mengandung pengertian mengenai pemahaman audience terhadap aktivitas simbolik. The Pentad menjelaskan menjelaskan pemilihan seseorang terhadap strategi retorika tertentu untuk proses identifikasi dengan audience. Konsep ini terdiri dari the act, yaitu apa yang dilakukan atau diperagakan oleh actor, the scene, yaitu konteks apa yang melingkupi aksi itu, the agent, actor itu sendiri, the agency, alat atau cara yang digunakan, dan the purpose, tujuan yang diharapkan.

Sutradara, konsultan politik, harus benar-benar memahami konsep ini dengan sangat baik. Konsultan politik pasangan Megawati-Prabowo memilih bantar Gebang sebagai the scene dalam pertunjukan dramanya. Mengapa bantar gebang? Hal ini tentu saja dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat bahwa kandidat ini buak merupakan kandidat yang glamour melainkan kandidat yang sangat peduli terhadap rakyat. Konsultan politik juga memberikan arahan tentang bagaimana act yang harus dilakukan oleh the agent, yaitu para kandidat itu sendiri. Pemilihan agency juga harus sangat tepat. Misalnya pemilihan media massa apa yang akan digunakan untuk mempublikasikan deklarasi yang telah disiapkan. Walaupun dalam kenyataannya media massa merupakan institusi yang tidak akan melewati moment-moment penting ini. Hal ini dipersiapkan dengan baik agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Selain konsultan poltik yang harus diperhitungkan, media massa juga harus menjadi perhatian. Pasalnya setelah ketiga kandidat melakukan deklarasi politik, media massa mulai melakukan pemberitaan mengenai deklarasi tersebut. Media massa mulai membahas mengenai pagelaran tersebut dengan analisis semiotika. Salah satu contoh adalah, program Apa kabar Indonesia, dimana diundang pakar komunikasi seperti Efendi Ghazali untuk menganalisis pagelaran tersebut melalui teori semiotika. Dapat dikatakan bahwa media massa pun ikut mempengaruhi persepsi masyarakat dalam pembentukan citra positif bagi para kandidat. Kelebihan dan kesalahan yang dilakukan oleh para kandidat akan menjadi pembahasan hangat oleh media massa. Lagi-lagi konsultan politik harus memiliki kemampuan untuk mengatur strategi politik ini.

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa paket deklarasi yang telah dilakukan dan paket kampanye yang akan dilakukan adalah sebuah drama politik yang dikemas dengan arahan konsultan politik. Pertunjukan ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat membentuk citra positif pada masyarakat. pembentukan citra ini pun tidak terlepas dari peranan media massa dalam melakukan pemberitaan. Ini merupakan proses-proses politik yang dilakukan oleh para kandidat dan media massa dalam.


[1] Dikuti dari artikel Mewah, Deklarasi SBY-Berbudi pada situs http://www.nasional.kompas.com

[2] Dikutip dari artikel Masyarakat Menghadiri Deklarasi Megawati prabowo pada situs www.antara.co.id

[3] ibid

[4] Dikutip dari Bahan Kuliah –Dramaturgi pada situs http://www.meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/dramaturgi

Posted by: ayusartikayuliarti | July 2, 2009

Asisten Jenderal atur lalu lintas…!!!

Entah apa namanya…tapi saya kenal betul bapak itu..saya sebut beliau ASISTEN JENDERAL…karena jabatnnya di TNI dibawah jenderal, tapi saya ga tau apa namanya.Ketua RW saya ini adalah asisten jenderal. Malam itu saya melihat beliau mengatur mobilnya untuk mundur..ternyata jalan menuju rumah saya itu macet..karena tidak muat untuk lewat kendaraan dari 2 arah berlawanan.

Ketika itu saya melihat beliau keluar dari mobil dengan membanting pintu mobilnya. Sambil keluar beliau berkata…”udah..ga ada yang mau ngalah..kita mundur aja..mundur..mundur..”. dengan suara kencang dan kesal. Saya hanya tersenyum agak kecut melihat tingkah lakunya…

pasalnya,,pasca mobilnya mundur,,,arus lalu lintas langsung terbuka..motor2 dan mobil dari arah berlawanan langsung bisa lewat. Tadinya saya bangga ketika beliau keluar dari mobilnya dan mengatur mobilnya untuk mundur. namun, kebanggan itu pudar karena mendengar beliau berkata ” tidak ada yang mau ngalah”. Seharusnya beliau tidak perlu berbicara seperti itu..karena memang mobil beliau yang seharusnya mundur dan mengalah.

Posted by: ayusartikayuliarti | July 1, 2009

Allah tau yang kita mau…

kemarin,adik saya yang paling kecil maksa2 untuk nonton film Garuda didadaku..akhirnya kami nonton bersama di mall deket rumah. begitu inginnya menonton film itu, sampai2 adik daya harus menunggu kakaknya yang selalu pulang malam,. walhasil menonton di jadwal yang terakhir..

menarik memang film tersebut. penuh dengan rasa optimis, kasih sayang, dan intrik tentunya..ada beberapa scene yang membuat saya menangis,, adalah ketika Kakaek Bayu terkena serangan jantung dan masuk rumah sakit.. ketika kakek Bayu melengkapi puzzle milik Bayu, dan yang terakhir ketika Bayu meraih mimpinya, lolos selekasi pemain sepak bola U-13..

selesai menangis, kemudian saya berpikir…memang kita semua harus punya mimpi dan tentu saja harus dengan perjuangan dan pengorbanan untuk meraihnya. tetapi, tiba2 ada hal yang jauh lebih menarik terlintas dipikiran saya. tentang mimpi2 yang dimiliki oleh kakak kandung saya. beliau menulis mimpi2nya di selembar kertas dan ditempel di pintu lemari baju. Seingat saya ad a15an mimpi yang beliau tulis,,,dan anda tahu sudah lebih dari setengahnya telah dicoret alias telah berhasil diwujudkan…

entahlah…saya baru benar2 menyadarinya kekuatan mimpi,,,tentu saja disertai dengan kekuatan Allah yang maha DAHSYAT yang mewujudkan mimpi2 kita. ketika itu kakak saya berkata,,”ya allah,,,apa yang saya mau engkau telah mengabulkannya” walaupun ada beberapa yang terealisasi dalam jangka waktu yang cukup lama..

saya teringat dengan salah satu mimpi kecil saya. MUngkin lebih tepat dikatakan sebagai sebuagh keinginan. Ketika itu, ingin sekali rasanya memiliki rok jeans baru, tapi saya belum punya uang untuk membeli. Tiba2, saudara sepupu saya menghadiahi saya rok jeans..Waaaaaaaa,,seneng bgt,,,lagi butuh dan ingin ternyata ada yang memberi..

kejadian2 itu membuat saya yakin untuk bermimpi,,,

karena ALLAH tau yang kita MAU.,,dan Allah begitu kreatifnya untuk mewujudkan mimpi2 kita…dan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba2nya,,,

ayo..ayo semanagt

mulai bermimpi dan berusaha mewujudkannya…

banyak2 bersyukur,,dan Allah tambahkan nikmatNya untuk kita,,

Posted by: ayusartikayuliarti | June 26, 2009

“beranak” amplop putih

berangkat pagi-pagi menuju SMP tercinta..bukan untuk sekolah atau silaturahim sama guru0guru SMP tapi harus ambil rapot kenaikan kelas adik tersayang. Punya orang tua PNS ternyata bikin kita punya kewajiban baru. Yup, ambil rapot adik. Huuuuuuu..males bgt sebenernya, berasa dah jadi orang tua. Kumpul sama ibu-ibu dan bapak-bapak yang seneng banget ngbrolin anaknya.

sampai disana langsung cari kelas yang dituju, ga mau lama2 karena ada agenda juga di kampus. Ternyata dah ramai wali murid. Menunggu giliran dipanggil untuk menerima rapot. Ambil menunggu, seperti biasa hanya bisa diam dan mengamati tigkah laku para wali murid. Ada yang membicarakan prestasi anaknya karena masuk 10 besar di kelas, atau malah sebaliknya ngmongin kemalasan anak di depan orang tua lain. Saya hanya bisa senyum-senyum dan ga habis pikir dengan orang yang membicarakan kekurangan anaknya.

satu hal yang menarik adalah, ketika ada seorang ibu dengan menggendong anak bayi masuk ke dalam kelas dan langsung menyerobot antrean. Semua langsung bereaksi,,

“ih,,si Ibu mah..orang kita dah nungguin lama malah nyelonong aja”kata salah seorang ibu dengan wajah BT.

“maaf..maaf..ya bu,,saya lagi repot soalnya,,jasi duluan”timpal si Ibu yang menyerobot

bagusnya para wali murid orang yang santun termasuk saya,,kami ga memperpanjang masalah ini.

Hal lain yang sangat menari adalah,,ketika para wali murid selesai menerima rapot lalu berjabat tangan dengan wali kelas..ternyata pertemuan anatar kedua telapak tangan dari orang yang berbeda itu “melahirkan” amplop putih. ya..ya..sambil berucap terima kasih yang sangat dalam kepasa wali kelas karena sudah membimbing anak mereka dengan sangat baik.Hampir semua wali murid memberikan amplop putih kepad awali kelas. Saya langsung berpikir,,aduhh..gimna niy?saya ga bawa amplop putih untuk sang wali kelas. kemudian saya berpikir apakah ini sebuah kewajiban atau benar2 ucapan terima kasih..

pikiran saya menjadi liar..wah enak juga ya jadi guru,,tiap ambil rapot langsung “beranak” amplop putih atau bungkusan yang sangat cantik. sepertinya saya mau jadi guru..ternyata ada untungnya juga satu semester saat ini hanya 4- 5bulan belajar. Setidaknay akan sangat menyenangkan bagi para wali murid karena mereka akan jauh lebih cepat untuk menerima amplop putih yang banyak..

Giliran saya untuk maju mengambil rapot. Yup,,tanpa basa-basi saya hanya tanda-tangan, kemudian menerima rapot, menanyakan adik saya peringkat berapa dan naik kelas atau tida?setelah dijawab kemudian saya pamit pulang dengan berjabat tangan yang tidak melahirkan amplop putih..entah apa yang ada dalam pikiran si wali kelas.

Tapi, setelah hari ini saya menjadi memikirkan apa alasan si orang tua memberikan amplop putih tersebut?saya juga membayangkan apakah ketika saya menjadi orang tau nanti akan melakukan hal yang sama. Menyerobot antrean karena repot diruamah, atau menggosipkan anak saya sendiri,,atau..malah jauh lebih buruk dari itu..entahlah,,tapi yang pasti..saya tergoda untuk menjadi wali kelas..hehhe lumayan lah,,,tiap tahun “beranak” amplop putih…^_^

Posted by: ayusartikayuliarti | June 25, 2009

pendisiplin yang ga disiplin…

“kereta ekonomi jurusan bogos rangkaian belum ada di stasiun Kota, masih menunggu rangkaian dari lenteng agung”

haha..kalimat itu membuat saya berpikir kembali untuk merelakan waktu menunggu kereta ekonomi. AC ekonomi jadi pilihan berikutnya untuk transportasi ke kampus. Yup,,5 menit kemudian rangkaiannya datang. Penuh dan bau duren..enak..lumayan lah walupun cuma baunya aja..hihihi

di dalam kereta ada tiga orang dengan tubuh yang,,yah..bisa dibilang sedikit gagah mengenakan seragam kebanggaan mereka berwarna biro tua. Berdiri di depan pintu kereta. satu orang berkulit gelap dua lainnya berwarna sawo matang. sedikit menyeramkan memang,,mereka berbincang tentang aksi mereka di sebuah stasiun kereta api…sambil tertawa2 dan sepertinya menyenangkan apa yang mereka lakukan..

15 menit berlalu akhirnya sampai juga di stasiun UI,,

ternyata merek, turun di stasiun UI juga..

setelah turun, mereka langsung mengenakan elmnya yang bertuliskan PKD..melewati tempat pemeriksaan karcis. Saya tepat berdiri di belakang mereka,,,dan saya kaget ketika mereka hanya mengajak bersalaman si pemeriksa karcis…WHAT???mereka ga punya karcis dan ga punya kartu pelanggan kereta APi…

mereka berjalan dengan gagahnya dan langsung melakukan aktivitas yang sering saya lihat. Yup…merazia para pedagang yang ada di stasiun UI…dengan kasar dan tanpa berkata apapun,,barang dagangan para pedagang langsung diambil..

saya langsung kesal dan ketika itu sedikit menggerutu..

“huh,,lo aja ga beli karcis,,,!!!”gumam saya

enatah apa yang terjadi kemusia,,karena saya harus segra sampai ke FISIP..

ga habis pikir aja..mau mendisiplinkan orang tapi mereka kenapa ga disiplin ya…

kenapa mereka ga punya karcis???apa karena kerjaan mereka seperti itu akhirnya diberi kemudahan2 akomodasi…

ga tau deh.,mau mendisiplinkan orang tapi kok ga disiplin..

inilah wajah penegak hukum Indonesia…hihihi

Older Posts »

Categories